JOMBANG, – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menggelar agenda tahunan Takhtiman dan Tasyakuran Kelas Akhir pada hari ini, Senin (25/05/2026). Acara yang berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur ini dihadiri oleh jajaran masayikh, pengurus yayasan, dewan guru, serta ratusan wali murid yang menyaksikan momen bersejarah putra-putri mereka.
Salah satu momen krusial dalam acara ini adalah segmen sambutan dari Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH. Hasib Abdul Wahab. Dalam orasinya, beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai nilai historis madrasah serta motivasi besar bagi para wali murid dan wisudawan.
Sejarah Satu Abad dan Kebanggaan Menjadi Bagian MI-BU
Membuka sambutannya, KH. Hasib Abdul Wahab mengingatkan kembali bahwa MI Bahrul Ulum usianya telah melampaui satu abad menjadi bukti ketangguhan dan keberkahan lembaga ini dalam mencetak kader bangsa.
"MI Tambakberas ini usianya sudah lebih dari 100 tahun. Jadi panjenengan semua semestinya bangga karena putra-putri panjenengan niki telah berhasil sampai pada kelas akhir di MI ini, yang merupakan rahmat dan rizki dari Allah," tutur beliau di hadapan para hadirin.
Nostalgia Berdirinya Madrasah: Dari Serambi Masjid hingga Madrasah Mubdil Fan
Secara global, KH. Hasib Abdul Wahab mengajak seluruh hadirin menapak tilas asal-usul berdirinya MI Bahrul Ulum. Beliau menceritakan bahwa embrio madrasah ini diawali dari beberapa santri yang belajar secara sederhana di serambi masjid.
Melihat potensi tersebut, KH. Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) kemudian berinisiatif mendirikan bangunan madrasah karena beliau meyakini bahwa sistem klasikal (madrasah) jauh lebih baik dan terstruktur. Madrasah pertama tersebut berlokasi di area yang saat ini menjadi Aula Yayasan PP. Bahrul Ulum, yang dulunya dikenal dengan nama Madrasah Mubdil Fan.
Seiring berjalannya waktu, lembaga ini berkembang pesat menjadi Madrasah Ibtidaiyah setelah diusulkan oleh KH. Abdul Fattah Hasyim sekembalinya beliau dari menuntut ilmu dan mulai menetap di Tambakberas.
Mencetak Tokoh Hebat dan Pesan untuk Melanjutkan Jenjang
Kiai Hasib menegaskan bahwa rekam jejak alumni MI Bahrul Ulum telah teruji oleh zaman. Fondasi keilmuan yang ditanamkan sejak usia ibtidaiyah terbukti mampu melahirkan tokoh-tokoh besar di berbagai sektor.
"Tokoh-tokoh alumni MI itu luar biasa. Meskipun kuno—dalam arti lahir sejak ratusan tahun lalu—tapi mampu melahirkan generasi-generasi hebat hingga saat ini," tegas beliau.
Menutup sambutannya, selaku Ketua Majelis Pengasuh, beliau menyarankan sekaligus mengimbau seluruh wisudawan dan wisudawati untuk tidak ragu melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya di bawah naungan bumi Bahrul Ulum. Menurut beliau, kesinambungan sanad dan lingkungan pesantren akan membuat ilmu yang diperoleh semakin mantap dan berkah.
"Ini adalah sekolah cikal-bakal berdirinya sekian jenjang pendidikan di Bahrul Ulum, dengan ilmunya yang luar biasa. Semoga bisa semakin berkembang ke depannya," pungkas KH. Hasib Abdul Wahab sembari mendoakan keberkahan bagi seluruh lulusan tahun ini.