Jombang, 25 September 2025 — MI Bahrul Ulum mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggelar rapat Kelompok Kerja Guru (KKG) Nahwu dan Shorof. Bertujuan memonitor dan mengevaluasi proses pembelajaran di awal tahun ajaran, rapat ini menjadi wadah penting bagi para guru dan tim kurikulum untuk berdiskusi secara terbuka.

Kepala Madrasah Bapak H. Moh. Iqbal Firdaus S.Pd., menyampaikan, "Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan salah satu bentuk monitoring kita terhadap proses pembelajaran di awal tahun ajaran ini." Beliau mengapresiasi keterlibatan dan keterbukaan para guru dalam menyampaikan tantangan yang dihadapi. "Saya harap, setelah lulus nanti, setiap siswa minimal bisa menguasai i'rab dan i'lal secara mendasar," tambahnya. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi yang baik antar guru untuk menghindari ketidakselarasan materi.
Penyampaian Guru Dalam Rapat:

• Guru Shorof: Secara umum, pemahaman siswa terhadap materi sudah baik dan sesuai target, meskipun belum maksimal. Materi I'lal menjadi tantangan bagi siswa kelas 4 dan 5, baik putra maupun putri. Sementara itu, kelas 6 memiliki capaian yang hampir maksimal, dengan kendala perbedaan pemahaman dan hafalan antara siswa putra dan putri yang akan segera teratasi kedepannya.
• Guru Nahwu: Guru kelas 6 membagi materi Nahwu dan I'rab menjadi hari yang berbeda. Meskipun siswa memahami materi secara berulang, pengerjaan soal masih kurang maksimal. Kendala utama berasal dari kualitas pemahaman siswa di jenjang kelas sebelumnya. Untuk kelas 4 dan 5, pengajaran I'rab menggunakan bahasa Indonesia dinilai lebih efektif, karena siswa masih kesulitan jika menggunakan bahasa Arab.

Simpulan utama dari penyampaian para guru mapel ini adalah adanya ketidakselarasan dalam penyampaian materi, baik antar guru mapel putra dan putri, ataupun antar guru di setiap jenjang antar tahun-tahun sebelumnya, yang membuat madrasah memandang sangat perlu merumuskan dan menselaraskan ulang materi pembelajaran.
Selanjutnya, terkait pengumpulan perangkat pembelajaran, secara keseluruhan cukup sesuai dan berjalan tuntas, meski ada sedikit kendala tentang sinkronisasi kelengkapan silabus pembelajaran dan RPP. menanggapi itu, Kepala sekolah memandang perlu adanya pemilahan apa-apa saja yang perlu dan tidak, untuk kemudian di revisi dan dicantumkan dalam silabus pembelajaran dan RPP.
Selain pembahasan di atas, Kepala Madrasah juga menyampaikan himbauan kepada seluruh guru Nahwu dan Shorof terkait rencana soal ujian gabungan yang sudah dibahas pada rapat kurikulum sebelumnya. Beliau menegaskan pentingnya sinkronisasi materi dan kisi-kisi soal agar tidak terjadi tumpang tindih, dan semua guru mata pelajaran dapat mengujikan materi yang sama. Sehingga capaian kualitas para siswa juga bisa selaras.
Inisiatif Baru: Buku Pedoman Guru Hingga Karya Ilmiah

Menanggapi kendala tersebut, Tim Kurikulum, yang dipimpin oleh Bapak Samuel Wahyudi, S.Pd.I., mengumumkan rencana: merumuskan ulang atau menulis buku pegangan guru. Proyek ini akan melibatkan para guru Nahwu-I'rab dan Shorof-I'lal, untuk memastikan adanya keselarasan materi di seluruh tingkatan kelas.
Tidak hanya itu, Kepala Madrasah juga menyampaikan agenda besar jangka panjang, yakni pembuatan, perumusan, dan penerbitan karya tulis ilmiah oleh para guru. Rencana ini tentu melibatkan Tim Kurikulum, seluruh dewan guru (sesuai mata pelajaran) dan Tim Multimedia Madrasah.

Sebagai langkah awal, madrasah akan menerbitkan kitab Hidayah Al-Nadzirin karya Bapak Moh. Ismunandirin S.Pd., selaku guru Nahwu kelas 4. Buku ini, yang sudah menjadi pegangan wajib bagi siswa kelas 4, akan menjadi pintu gerbang bagi penulisan buku pedoman mata pelajaran lain mendatang. Seperti Shorof, I'lal, I'rab, dan lain-lain
Melalui langkah-langkah strategis ini, MI Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten dalam pendidikan dilingkungan madrasah, tetapi juga menjadi lembaga pendidikan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.