JOMBANG – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bahrul Ulum Tambakberas Jombang sukses menyelenggarakan Rapat Kelulusan Kelas Akhir pada Kamis (21/05/2026). Pertemuan khidmat yang dihadiri pimpinan madrasah, komite, tim kurikulum, dan guru kelas 6 ini digelar untuk mengevaluasi hasil akhir proses belajar mengajar tahun pelajaran 2025/2026.
Acara dibuka oleh Bapak Doni Ariyanto selaku Panitia Kelas Akhir, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Madrasah. Dalam arahannya, Kepala Madrasah mengapresiasi kerja keras para siswa yang dirasa cukup maksimal dengan capaian rata-rata yang meningkat dibanding tahun lalu. Meski demikian, beliau mengingatkan agar data nilai yang ada dijadikan acuan evaluasi serta penataan konsep sistem pembelajaran madrasah ke depan agar lebih matang.
Agenda utama dilanjutkan dengan pemaparan hasil ujian oleh Ketua Panitia Ujian Akhir, Bapak Arif Faizin. Beliau menjelaskan bahwa standar kelulusan yang ditetapkan adalah angka rata-rata 58,00. Ujian ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi MI Bahrul Ulum, total keseluruhan peserta ujian adalah 111 siswa-siswi, mereka semua telah dinyatakan rampung mengikuti ujian UAM Lokal, Ujian Lisan dan Praktik Ibadah. Mereka nantinya juga akan mendapatkan sertifikat tuntas rangkaian Ujian akhir baik UAM Lokal, Lisan maupun Praktik Ibadah tersebut.
Setelah pemaparan dirasa cukup, Mengingat hasil yang positif ini, Ibu Nyai Hj. Ummu Hanifah selaku guru kelas 6 mengusulkan agar standar nilai tersebut tetap dipertahankan untuk tahun depan.
Rapat juga menyepakati sejumlah inovasi penting untuk peningkatan mutu madrasah. Ibu Nyai Hj. Ummu Hanifah mengusulkan pemberian apresiasi penghargaan kategori siswa terbaik Ujian Baca Kitab. Usulan ini disetujui secara teknis oleh Ketua Komite Madrasah, Bapak Asyharun Nur, yang menyarankan agar ke depan penilaian siswa terbaik Baca Kitab tidak langsung diambil nilai tertinggi ujian baca kitab saja, melainkan diambil 3 siswa terbaik dari masing-masing kelas terlebih dahulu, kemudian dilakukan tes final untuk menentukan yang terbaik di tingkat madrasah.
Terkait kualitas baca kitab, Gus Rofian selaku guru pengampu mengevaluasi bahwa siswa kerap kali membaca berdasarkan hafalan, bukan pemahaman. Menanggapi hal itu, Bapak Samuel Wahyudi dari tim kurikulum menekankan pentingnya penyepakatan materi serta pemberian pelatihan praktis dan intensif pada saat pelajaran baca Kitab mengenai dasar Nahwu-Shorof dan Fiqih sebelum ujian dilaksanakan. Kepala Madrasah memutuskan hal ini akan dimatangkan kembali dalam forum Kelompok Kerja Guru (KKG) lanjutan.
Acara rapat koordinasi ini kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin Bapak Asyharun Nur. Dalam doa yang berlangsung khidmat tersebut, dipanjatkan harapan agar seluruh ilmu yang telah diserap oleh para siswa selama menempuh pendidikan di MI Bahrul Ulum menjadi ilmu yang berkah, bermanfaat, serta mampu menjadi fondasi karakter yang berakhlaqul karimah di jenjang pendidikan berikutnya.